A Whisper in the Noise

A Whisper in the Noise
Especially made with love for SOZR – Social Twelve Four

by : Sheila Riskia Alissja

3 Agustus 2009
First time always the best! Begitu kata orang-orang, tapi hari pertama dikelas baru bukan suatu hal yang terlalu menyenangkan bahkan bisa jadi nightmare untuk beberapa orang. Gue duduk sama Nonny, cewek lucu yang berlogat Betawi kental. Beberapa sudah gue kenal, kayak April si tukang nyamber, Reza si tukang besi barang yang ketawanya nyebelin, Amel cewek Batak yang bacotnya gede, Nay si putri tidur yang cablak, Heni yang kata anak-anak seksi dan doyan ngaca, Fara si anak rajin, Nahda yang kalem dan Edu si putih yang iseng. Sisanya, gue belum kenal. Dan jangan lupa walikelas kita, Mam Hasnidar yang merangkap guru Bahasa Inggris. Gue pikir, kelas ini normal atau gue-nya yang kaku tapi sejauh hari ini, analisa tingkat kelakuan kelas ini menurut gue; sangat normal, anteng, efektif untuk pendamping UAN beserta seperangkat murid yang ‘manis-manis’. Itu untuk hari ini, kita nggak tau apa yang terjadi besok ‘kan?

Tiga hari kemudian.
Yeah! Hari ketiga kita dikelas terakhir ini, anak-anak cowok spesial bikin kejutan yang sangat ekstrim sampai perlu masuk Blackbook BK; mandiin motor antik berwarna merah Reza di TOILET COWOK. Sounds cool! Or freak?!

Besoknya.
Setelah pendaulatan para pengurus kelas yang menghasilkan;
Ketua kelas: Reza
Wakil ketukel: Amel
Sekretaris: Chia & Nay
Bendahara: Rifa & Funky
Dan kita mulai KBM intensif kelas.

Seminggu pertama.
Oke ini adalah penilaian terjujur gue, karena ini benar-benar ‘seminggu-penuh-warna-bersama-kawanan-anak-ajaib’.
Gue sangat tidak menyangka, kelas kita bakal jadi kelas paling bandel, berisik dan HIPERAKTIF seangkatan. Apalagi coba kalau bukan troublemaker seperti; Awal si pemilik suara ketawa paling dahsyat, Oza si komedian yang nggak pernah kehabisan joke, Ochin yang-gue-kira-normal ternyata ampun-ampunan tingkahnya apalagi gaya ngomongnya kalo udah sok chinese, Ray yang walaupun agak ngeselin tapi kita semua hafal tagline dan cengkok “Babi”-nya yang mendunia, Angga si multitalenta yang bisa bikin efek suara F1 pake media buku LKS, Candra si tukang ngobrol yang doyan ngaca dan lumayan pinter matematika dan Alung si preman Depok yang flamboyan.
Kalau ada troublemaker pasti ada objek joke alias penderita, ‘kan? Yes, kita juga punya beberapa manusia ajaib yang rela jadi tertawaan tapi lihat deh tanpa mereka-mereka ini kelas kita pasti boring, jadi ayo sekarang saatnya berterimakasih dan minta maaf sama mereka ini; Beni (si pangeran tidur yang bisa tidur seharian dikelas, pasti masih ingat tragedinya ditinggal satu kelas pas bel pulang sekolah, ‘kan? Thanks, Ben!), Dede (kembarannya Nurdin M. Top masa kini, thanks, De!), Hery (ini khusus objeknya Nay, thanks, Her!), Hilman (srikiti kelas yang namanya sering diganti sama judul lagu M. Jackson Heal The World jadi Heal The Man dan pernah digosipin homo-annya Awal well guys that’s not true gosip itu ada gara-gara mereka sering kepergok ngobrol berdua pas pelajaran Bu Linda, thanks, Man!), Jamal (botol kecap yang selalu di-underestimate tapi tenang Mal kecap ‘kan manis, thanks, Mal!), Meidy (si hidung Lilo yang menurut gue she’s okay kok, thanks, Mey!) dan Nanda (ini dia! Julukannya Kuda, karena katanya dari samping mirip kuda ya ampuun, dan dia juga anak The JakMania lho! Pantes aja! Thanks, Nan!).
Any wrong words, in our deepest heart we apologize to everyone.
Sekarang gue mau ngenalin kalian sama girl-friends yang setia dan mostly pendiam yang pintar, tidak seperti gue hehe. Fungky si cewek berkerudung dan suka gue jailin rest of her day dipenuhi dengan obrolan Edward Cullen and his movies, Dahlia si baweeel yang punya julukan Ketek dan gue rasa dia nelen to’a musholla deh karena kalo dia ngomong suaranya sampe gedung seberang, Ika si mungil yang cewek jadi-jadiannya Oza, Intan si Miss Pingsan yang langganan pasien PMR pas upacara, Rifa alias Piglet ndut yang suka galak kalo nagih uang kas, Wilda cewek manis si anteng yang lurus dan berotak sangat encer dan Windy si ceriwis yang suaranya minta ditampol.
Dan para cowoknya yang sepertinya sedikit misterius karena jarang ‘beredar’; Boy si diam-diam-menghanyutkan (ternyata punya band diluar sekolah dan sering banget manggung, ngga nyangka ‘kan?), Denny si diam-diam-pintar (kalian ngga tau ‘kan kalo beberapa kali gue kalah telak nilai English sama dia?), Daniel si diam-diam-kasus (gimana enggak orang partner-in-crime-nya Ray?) dan Ical si diam-diam-asik (karena dia fans Fall Out Boy seperti gue dan ternyata pintar matematika dan ekonomi lho?!).

Dua bulan kemudian.
“Kita bermain-main, siang-siang hari Senin, tertawa satu sama lain, semua bahagia- semua bahagia…”
Seperti lagu Sherina diatas yang sengaja belum gue selesaikan, dua bulan masih kita habiskan bermain bersama dan tidur massal saat jam pelajaran kosong, belum banyak perubahan berarti walaupun kita semua tau kalau UN dimajukan dengan gosip moving school. Semua kekeuh mikir, “UN dimajuin atau nggak itu masalah ready or not aja, kalo udah siap sih everything’s gonna be as smooth as we want.”

November 2009
Hingar-bingar Buku Tahunan (BT) terdengar nyaring dan kelas kita mengirimkan dua orang untuk jadi panitia BT yang artinya siap-sibuk yaitu Chia dan Amel. Setelah banyak perhelatan sana-sini, dari mulai organiser, nego harga, jadwal sampai tempat foto, dilahirkanlah BT seharga Rp 180.000 yang semoga hasilnya tidak mengcewakan dan kelas kita kebagian jadwal foto tanggal 23 Desember 2009. Oke gue siap dengerin celotehan kalian dari mulai, “Jangan tanggal segitu!”, “BT-nya kemahalan!” sampai “Ah BT bikin bete!” hihi it’s fun to hear that opinions, walaupun lumayan banyak yang nggak beli tapi akhirnya perhatian kita tetap terfokus pada tema dan tempat untuk foto nanti, of course it’s must be marvelous! Sambil tetap gue mengumandangkan, “Woooy bayar BT! Deadline-nya besok! Nggak bayar, foto lo gue itemin!”

Seminggu kemudian.
Deal?! Deaaaaal! Setelah banyak ide tertuang untuk tema BT, akhirnya kita memilih Natural Promantic alias ‘prom-semi-garden-formal-party-outdoor’, dengan kostum Formal Black and White, transport dengan mobil sewaan dan teman, lokasinya sempet meragukan karena kita bakal bergatal-ria ditengah ilalang. Gue adalah satu dari sekian orang yang meragukan tempatnya dan sedikit pesimis dengan cowok-cowok yang masih leha-leha untuk berpakaian formal.

23 Desember 2009
Believe it or not, dua hari sebelumnya tempat itu baru dapet lho yaitu di kebun ilalang di Politeknik Universitas Indonesia! Hari itu gersang banget, bayangin cewek-cewek yang bermake-up dan berpakaian mini itu harus ngalah sama matahari. Gue sempat dibikin tercengang sama anak-anak cowok yang siap banget! They do something nice for BT, they wear formal outfit with sleek and clean style! Yeay! Gue nggak tau harus berapa kali untuk Thank God hari itu, it was so unbelievable day! Seperti yang ada di tweet dan status update gue hari itu juga, “SOZR Yearbook Photoshoot done today, it’s so f**king exhausting and hooott but thanks whose participating, it was a MARVELOUS DAY!”. Kalian setuju ‘kan?

Januari 2010
“Welcome 2010! Welcome dreams!”, masih dikelas yang sama, masih dengan spirit yang sama. Beberapa try-out, ulangan, PR, block test, day quizz sampai UN look-a-like, kita lewati. And still, I don’t look any change from us. Gue ngga ngerti kenapa tapi semangat yang berkobar masih sama seperti bulan-bulan sebelumnya, masih belum puas liburan, masih kepingin main, masih rajin ngumpet-ngumpet buka Facebook pas Bu Suprapti ngasih materi, masih berisik, masih asyik ngegosip, masih doyan baca majalah dibalik buku pelajaran dan pastinya masih cinta sama tidur dikelas! Padahal Pak Gatot udah sibuk berbusa dan tetap tersenyum ngasih dorongan ke kita, Bu Linda juga nggak lupa tiap Senin dan Jumat selalu menyelipkan pesan-pesan penting sebelum pelajaran dimulai, Bu Tabitha yang selalu ngontrol kita sesering mungkin dan Bu Eni yang nggak lupa ngasih tips-tips menuju UAN, apa benar kelas kita ini yang paling susah ngerti, paling susah nangkep pelajaran dan paling bengal? Sampai kapan ya kira-kira begini? Coba ambil kaca dan lihat bayangan masing-masing.

51 hari menjelang UAN.
“Kita berangan-angan merangkai masa depan, dibawah kering dahan-dahan, semua bahagia- semua bahagia…”
Ini lanjutan lagu Sherina beberapa bulan yang lalu. Hari ini kita mulai berubah, semua bad habit ditinggalkan, dan semua merangkai masa depan. Semua yang bilang, “UN dimajuin atau nggak itu masalah ready or not aja, kalo udah siap sih everything’s gonna be as smooth as we want.” mulai sadar dan menambahkan beberapa pembenaran, “Tapi apa kita udah benar-benar siap? Udah pantas masuk PTN? Nggak usah untuk masuk PTN, apa kita udah siap ‘nyentuh’ soal SNMPTN?”. And mainly, the answer is not. We’re not ready, we’re never ready yet.

Februari 2010
Practice makes perfect, practice makes perfect, practice makes perfect. Tagline Nike sekarang adalah motto kita, berjuang, berjuang, berjuang, seakan kita terus berlari mencari garis akhir yang semakin lama semakin jauh. Dipaksa berlari tapi tak kuat lagi, jangan, jangan sampai jatuh. Garis finish itu menunggu kita nanti.
“Kita berlari-lari bersama mengejar mimpi, tak ada kata tuk berhenti, semua bahagia- semua bahagia, matahari seakan tersenyum” Sherina kembali melantunkan lagu indahnya. Tapi ini bukan bagian indahnya.

Maret 2010
The ‘IT’ Day! Hari yang paling mendebarkan, lebih mendebarkan daripada menyatakan cinta pada seseorang atau lebih mendebarkan daripada disuruh Bu Eni baca puisi didepan kelas. Tumpang tindih rasanya.
“Matahari seakan tersenyum…”, hari ini hanyalah sepotong dari kehidupanmu, tuh kata Sherina saja matahari tersenyum. Kata matahari, “Awan hari ini cerah, ayo senyum, ini bukan garis akhir.”

5 April 2010
Hari ini hari paling penting nomor II, hari yang paling ditunggu-tunggu semua anak SMA di Indonesia. It’s very important day! Sorry to say, adil atau nggak adil masa depan kita ditentukan dengan LIMA HARI SAJA, ironis memang, kayaknya nggak benefit banget sekolah dua belas tahun ditentuin sama tiga hari penting berkedok UAN. Sial! Oke daripada manyun-manyun. Yuk kita harap-harap cemas (tapi jangan parno berlebihan tiap ketemu tukang pos yang nganter surat ke rumah). Sherina absen nyanyi, kita ganti aja sama Pussycat Dolls dengan “I hate this part…”

26 April 2010
“Oh boy (test) you leave me speechless, you leave me speechless, so speechless!”
Lady Gaga menggema, kenapa dia? Speechless karena nilaimu bagus banget atau speechless sambil mengerutkan dahi? MAKE SOME (GOOD) NOISE! Please, jeritan-jeritan itu pertanda kita lulus seangkatan (amien!).
“And I feel like a just control, and i feel like a just control…” gimana rasanya? Apa main trampolin atau bungee jumping saja belum cukup? Mungkin nggak bisa diungkapkan seperti yang Madonna rasakan. Kamu juga?
Dear God, semoga kelas kita tak ada yang tertinggal.

Mei 2010
Ini dia hari indah yang gue maksud, garis finish. Gue nggak mau membawa kalian ke tulisan penuh airmata atau hura-huri seneng, gue cuma mau mengajak kalian sedikit merenung, saat kita berada gunung tertinggi, saat kita bersenang-senang, kamu akan merindukan sosok yang satu ini: teman. Don’t even think, it’s meaningless, teman-teman kita saat ini mungkin menyebalkan, backstabber, tukang ngomongin orang, bawel, caper, norak, kasar, sotoy atau bahkan ber-attitude jelek. But hey, dia yang ‘mewarnaimu’ selama kurang dari setahun ini. Gue memang nggak paham banyak tentang friendship-thingy karena gue-pun nggak pernah punya sahabat, yang gue tau dan gue mengerti sahabat itu seperti yoghurt, kejelekkan dia bisa ditutupi oleh manfaatnya yang menyehatkan, asam tapi keunggulannya banyak.

Berbulan-bulan kemudian.
“Walau makan susah, walau hidup susah, walau ‘tuk senyum pun susah, rasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan, oh ku bahagia…”
Tutup Sherina. Oke sedih rasanya harus menutup bisikan-bisikan tipis ini, just wanna say SOZR unforgettable. Kalau kamu lupa, coba lihat keatas lagi, semua pasti bisa ngingetin kamu sama hal-hal seru masa putih abu-abu.

Love, bunch of love, kisses and hugs.

Chia
(the girl next door, sekretaris I, friend and maybe enemy)

Nb. Tulisan gue seperti bisikan ditengah keramaian, nggak akan terdengar keras seperti hingar-bingar masa depan tapi bisikan adalah kata-kata terjujur.

KETERANGAN : tulisan ini dibuat oleh Sheila Rizkia Alissja, temen gue sewaktu di SMA 27, cerpen ini cerpen tentang kelas gue waktu di SMA 27, nama kelasnya 12 IPS 4. Tulisan paling menyentuh buat gue. yang ngingetin tentang masa-masa SMA.

SUMBER : http://www.facebook.com/note.php?note_id=250469519572

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s